Cara Membedakan ATM Asli dan ‘Skimmer’



VIVAnews – Mencuatnya kasus pembobolan rekening dari Anjungan Tunai Mandiri melalui teknologi skimmer (pengganda data) dan kamera intip menuntut nasabah pemilik kartu lebih waspada.

Berikut ini, petunjuk bagi para nasabah yang hendak melakukan transaksi melalui mesin ATM dan bagaimana membedakan ATM yang aman dan ber-skimmer:

Pertama, pastikan mesin ATM menerapkan sistem keamanan yang memang sudah lazim digunakan. Pengamanan tersebut seperti adanya kamera CCTV pada ruang mesin ATM, kaca cembung berukuran kecil di bagian depan ATM untuk memantau kemungkinan adanya orang yang mencoba melirik PIN dari belakang.

“Harus diingat, kamera CCTV yang digunakan bank semuanya terlihat dengan jelas oleh nasabah dan menonjol keluar,” kata Kepala Divisi Operasional PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Triyono di Jakarta, Kamis 21 Januari 2010.

Kedua, mesin ATM yang digunakan umumnya memiliki tampilan standar dan tidak pernah dipasangi alat-alat tambahan diluar alat standar.

Triyono yang menjabat Ketua Tim Task Force BRI menuturkan alat-alat tambahan itu biasanya tidak dipasang oleh pihak bank. Alat-alat yang harus dicurigai di antaranya alat kecil seperti kancing baju yang sering digunakan sebagai kamera kecil, tonjolan pada lubang tempat memasukan kartu ATM pada mesin, serta kotak-kotak boks berisi leaflet di dekat tombol-tombol mesin.

“Terkadang, pembobol sering menggunakan kotak leaflet tersebut untuk memasang kamera pengintip karena badan kamera dapat disembunyikan dalam kotak itu,” kata dia.

Bahkan secara ekstrem, Triyono meminta nasabah mencabut alat di depan lubang untuk memasukan kartu ATM jika dianggap mencurigakan. “Tempat masuk kartu itu tidak ada tonjolannya sama sekali,” ujar dia.

Ketiga, pastikan bahwa kanopi tempat menutup tombol angka ATM bebas dari kamera. Saat ini dengan teknologi yang semakin maju, ukuran kamera umumnya makin mengecil dan sulit dikenali dengan mata telanjang.

Triyono beranggapan bahwa transaksi melalui ATM masih lebih aman dibandingkan melalui SMS Banking maupun internet banking. Alasannya, pembobol ATM harus mengetahui dua benda dari nasabah yaitu PIN dan kartu debitnya.

Sementara penggunaan SMS Banking dan Internet Banking hanya menggunakan satu pola pengamanan yaitu PIN. Apalagi dengan kejahatan dunia maya dan hacker saat ini.

Published in: on 23 January 2010 at 4:18 pm  Leave a Comment  
Tags:

Waspadai 4 Modus Pembobolan Rekening

Sabtu, 23/01/2010 15:02 WIB

Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Ada 4 modus pembobolan rekening nasabah yang sebaiknya diwaspadai. Pelaku menggunakan skimmer, menempel stiker hotline palsu, menjepit kartu ATM hingga menjual data.

4 Modus pembobolan rekening itu disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (23/1/2010).

Modus pertama, pelaku melakukan cara untuk mengetahui data kartu ATM dan kartu kredit dengan menggunakan skimmer. Untuk PIN, dilakukan lewat pengintipan dengan kamera tersembunyi.

Modus kedua, pelaku melakukan cara supaya kartu bisa tertahan di dalam. Setelah kartu tertahan, di ATM tersebut pelaku menempelkan stiker palsu yang bertuliskan hotline operator bank tersebut di mesin ATM. Tujuannya, agar korban bisa menghubungi nomor tersebut.

“Dari situ, mereka yang dihubungi maksudnya hotline palsu tersebut akan meminta data, nama ibu, dan akhirnya pada nomor PIN korban,” ujar Edward.

Selanjutnya modus ketiga, pelaku menggunakan alat penjepit kartu yang digunakan di ATM.

“Begitu kartu masuk, kartu tidak bisa keluar. Nah saat kebingungan, pelaku akan menghampiri korban dan meminta untuk menghubungi nomor 14000 dengan pemberitahuan itu, nanti akan ada operator gadungan yang mengangkat dan meminta data,” papar dia.

Modus keempat, pelaku menjual data kepada pelaku lain dengan harga Rp 1 juta.

Kerugian Terbesar

Dalam kesempatan itu, Edward mengatakan, laporan kerugian terbanyak ada di bank besar yang berlokasi di Bali, Kalimantan, dan Jakarta.

“Bahkan nasabahnya ada dari warga negara asing. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 5 miliar,” kata Edward.

(aan/djo)

Published in: on 23 January 2010 at 4:07 pm  Leave a Comment  
Tags:

Hasil Usaha Pembobol ATM

264.000 PIN Telah Direkam Pembobol Rekening Nasabah
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Pembobol rekening nasabah di sejumlah bank diketahui mahir komputer. Kepolisian menemukan ada 264.000 data PIN yang telah direkam pelaku.

“Mereka sangat menguasai komputer dan bisa mengutak-atik data,” kata
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (23/1/2010).

Dari barang bukti yang disita, menurut Edward, kepolisian menemukan sebanyak 264.000 data PIN telah direkam pelaku.

“Dari yang kita sita, kami menemukan data PIN yang mereka rekam. Jumlahnya 264.000 PIN,” ujar dia.

Edward menambahkan, kepolisian juga menyita antara lain peralatan pengganda atau skimmer, kartu ATM, peralatan untuk menempelkan stiker dan nomor PIN, komputer dan sejumlah uang.

“Ada juga rekening yang kita sita dalam jumlah yang tidak wajar,” kata Edward.

(aan/djo)

Published in: on 23 January 2010 at 2:00 pm  Leave a Comment  
Tags:

Waspadai 4 Modus Pembobolan Rekening

Sabtu, 23/01/2010 15:02 WIB
Waspadai 4 Modus Pembobolan Rekening
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Ada 4 modus pembobolan rekening nasabah yang sebaiknya diwaspadai. Pelaku menggunakan skimmer, menempel stiker hotline palsu, menjepit kartu ATM hingga menjual data.

4 Modus pembobolan rekening itu disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (23/1/2010).

Modus pertama, pelaku melakukan cara untuk mengetahui data kartu ATM dan kartu kredit dengan menggunakan skimmer. Untuk PIN, dilakukan lewat pengintipan dengan kamera tersembunyi.

Modus kedua, pelaku melakukan cara supaya kartu bisa tertahan di dalam. Setelah kartu tertahan, di ATM tersebut pelaku menempelkan stiker palsu yang bertuliskan hotline operator bank tersebut di mesin ATM. Tujuannya, agar korban bisa menghubungi nomor tersebut.

“Dari situ, mereka yang dihubungi maksudnya hotline palsu tersebut akan meminta data, nama ibu, dan akhirnya pada nomor PIN korban,” ujar Edward.

Selanjutnya modus ketiga, pelaku menggunakan alat penjepit kartu yang digunakan di ATM.

“Begitu kartu masuk, kartu tidak bisa keluar. Nah saat kebingungan, pelaku akan menghampiri korban dan meminta untuk menghubungi nomor 14000 dengan pemberitahuan itu, nanti akan ada operator gadungan yang mengangkat dan meminta data,” papar dia.

Modus keempat, pelaku menjual data kepada pelaku lain dengan harga Rp 1 juta.

Kerugian Terbesar

Dalam kesempatan itu, Edward mengatakan, laporan kerugian terbanyak ada di bank besar yang berlokasi di Bali, Kalimantan, dan Jakarta.

“Bahkan nasabahnya ada dari warga negara asing. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 5 miliar,” kata Edward.

(aan/djo)

Published in: on 23 January 2010 at 11:04 am  Leave a Comment  
Tags:

Pembobol ATM Ditangkap di Jakarta dan Pontianak

Nasional

<!–

–>Sabtu, 23-01-10 | 10:33 | 440 View

JAKARTA — Kerja keras aparat kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengungkap pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah daerah di Indonesia berbuah hasil. Setelah berita menghebohkan itu muncul tiga hari belakangan, aparat kepolisian dibawah kendali Mabes Polri secara perlahan namun pasti menguak aksi dibalik pembobolan itu.

Setelah sukses menangkap seorang berinisial F di Jakarta setelah tiba dari Bali, Jumat 22 Januari 2010, pagi. “Sudah ada satu yang kita tangkap. Inisialnya F. Dia tidak ditangkap di Bali tapi ditangkap di Jakarta
pagi t,” ungkap Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal (Pol) Ito Sumardi di Mabes Polri.

Komjen Ito mengatakan, Polri telah menetapkan orang berinisial F yang ditangkap itu sebagai tersangka pembobolan rekening melalui ATM. “F telah diamankan polisi beserta beberapa barang bukti. Tadi laporannnya (Disita) Rp 23 juta. Kami masih akan telusuri lagi,” kata Ito Sumardi.

Komjen Ito mengungkapkan, selain penangkapan F, Polri juga berhasil menangkap dua orang lagi yang diduga sebagai pembobol ATM. Kedua orang yang tak disebutkan namanya oleh Komjen Ito itu ditangkap di Pontianak, Kalimantan.
Komjen Ito menyebutkan, dua orang yang ditangkap itu setelah diselidiki tidak satu jaringan dengan pembobol rekening yang beraksi di Bali. “Beda, kemungkinan ada sindikat lain,” katanya menjawab pertanyaan wartawan soal apakah penangkapan tersebut terkait jaringan dengan pelaku ditangkap di Jakarta.

Meski menyebut bukan satu jaringan, Komjen Ito mengungkapkan bahwa Polri hingga intens mengumpulkan semua keterangan terkait sindikat pembobol rekening tersebut, termasuk terus mempelajari modus operandinya. “Kita masih mengembangkan, apakah masih terkait sindikat pelaku yang lama. Yang jelas sindikat pelaku yang lama ini bermain,” bebernya.

Komjen Ito juga mengungkapkan, untuk mendalami operasi sindikat pembobol ATM tersebut, Mabes Polri melalui Bareskrim telah mengirim telegram ke seluruh Direktur Reserse dan Kriminal (Ditserse) Polri di seluruh Indonesia, yang intinya meminta agar seluruh kasus mengenai pembobolan ATM ini dilaporkan ke Mabes Polri. “Supaya menyangkut kasus ATM itu nanti dilaporkan kepada kita,” sebutnya.

Terpisah, Direktur Ekonomi Bareskrim Polri, Brigjen Radja Erizman yang ditugaskan memimpin tim pengusut pembobolan ATM, mengatakan dari pelaku F yang ditangkap kemarin telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari penangkapan itu, kata Radja, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa komputer, beberapa jenis ATM dan alat skimmer. “F ini belum pernah ditangkap sebelumnya. Namun jaringan dia yang
pernah ditangkap,” pungkas Brigjen Pol. Radja Erizman. (aln/fmc)

Published in: on 23 January 2010 at 11:00 am  Leave a Comment  
Tags:

Pembobolan ATM ( Kejahatan Yang Terlalu DiPubLish – dilebihkan Untuk Pengalihan Kasus Dana Talangan Bank Century)

Perbankan Sayangkan Tayangan Cara Membobol ATM
Jumat, 22 Januari 2010 | 17:41 WIB

Shutter Stock

Jangan biarkan orang lain melihat saat Anda memencet PIN Anda.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kalangan perbankan menyayangkan beberapa stasiun televisi yang menayangkan secara detail cara-cara membobol ATM.

Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, tayangan ini laiknya mendidik para penjahat untuk membobol ATM. Dikhawatirkan, tayangan ini justru menciptakan lebih banyak lagi penjahat yang melakukan kejahatan perbankan.

“Jangan mendidik lebih banyak penjahat. Lebih banyak yang tidak aman nanti. Dari kepentingan komersial mungkin menguntungkan. Namun, dari kepentingan masyarakat banyak ini kurang menguntungkan,” tegasnya, saat jmpa pers, di Kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Dia mengatakan, kasus ini tidak memengaruhi operasional perbankan secara keseluruhan. Pasalnya, total kerugian yang dialami oleh bank terbilang kecil bila dibandingkan dengan total transaksi harian perbankan nasional.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan percaya menyimpan uangnya di bank. “Lebih aman kalau uangnya ditaruh di bank, kan kalau hilang kita ganti. Daripada ditaruh di bawah bantal kan hilang ya hilang saja, tidak ada yang mengganti,” tandasnya. (more…)

Published in: on 23 January 2010 at 8:17 am  Leave a Comment  
Tags:

BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM

detikcom
detikcom – Jumat, 22 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM] BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM

Bank Indonesia (BI) mengimbau agar nasabah bank selalu meneliti kondisi mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) bila hendak bertransaksi di ATM. Hal itu untuk menghindari terulangnya pembobolan rekening oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hingga Kamis (21/1/2010), kemarin, BI mencatat potensi kerugian dari aksi pembobolan tabungan nasabah ini mencapai Rp 5 miliar dari 4 bank. Namun, BI telah memerintahkan kepada keempat bank tersebut untuk mengganti uang milik nasabah yang raib.

Biro hubungan masyarakat BI, Difi A Johansyah, melalui rilis kepada detikcom mengatakan, bank telah diminta untuk mengganti ATM nasabah yang dicurigai datanya dicuri. Mesin-mesin ATM maupun EDC juga diperintahkan agar diperiksa baik sistem maupun fisiknya.

Nah, kepada para nasabah, BI membagi tips-tips untuk menghindari praktek ilegal atas kartu ATM oleh pihak-pihak yang tidak berhak:

1. Melindungi kerahasiaan PIN ATM dengan cara:
i. Mengganti PIN secara berkala
ii. Menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga tidak terlihat pihak lain
iii.Tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN.

2. Memerhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya, dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melapor kepada pihak bank terdekat atau ke yang berwajib.

3. Pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM pada merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memerhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah dihimbau tidak bertransaksi dan segera melapor kepada pihak bank terdekat atau yang berwajib.

4. Segera blokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi.

5. Cari lokasi ATM yang relatif aman.

6. Jangan mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM, waspadalah selalu.

Published in: on 23 January 2010 at 7:53 am  Leave a Comment  
Tags:

BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM

detikcom
detikcom – Jumat, 22 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM] BI Bagi Tips Aman Transaksi di ATM

Bank Indonesia (BI) mengimbau agar nasabah bank selalu meneliti kondisi mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) bila hendak bertransaksi di ATM. Hal itu untuk menghindari terulangnya pembobolan rekening oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hingga Kamis (21/1/2010), kemarin, BI mencatat potensi kerugian dari aksi pembobolan tabungan nasabah ini mencapai Rp 5 miliar dari 4 bank. Namun, BI telah memerintahkan kepada keempat bank tersebut untuk mengganti uang milik nasabah yang raib.

Biro hubungan masyarakat BI, Difi A Johansyah, melalui rilis kepada detikcom mengatakan, bank telah diminta untuk mengganti ATM nasabah yang dicurigai datanya dicuri. Mesin-mesin ATM maupun EDC juga diperintahkan agar diperiksa baik sistem maupun fisiknya.

Nah, kepada para nasabah, BI membagi tips-tips untuk menghindari praktek ilegal atas kartu ATM oleh pihak-pihak yang tidak berhak:

1. Melindungi kerahasiaan PIN ATM dengan cara:
i. Mengganti PIN secara berkala
ii. Menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga tidak terlihat pihak lain
iii.Tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN.

2. Memerhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya, dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melapor kepada pihak bank terdekat atau ke yang berwajib.

3. Pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM pada merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memerhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah dihimbau tidak bertransaksi dan segera melapor kepada pihak bank terdekat atau yang berwajib.

4. Segera blokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi.

5. Cari lokasi ATM yang relatif aman.

6. Jangan mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM, waspadalah selalu.

Published in: on 23 January 2010 at 7:53 am  Leave a Comment  
Tags:

Saran Aman Ber-ATM dari Mantan Pembobol Rekening

detikcom
detikcom – Jumat, 22 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[Saran Aman Ber-ATM dari Mantan Pembobol Rekening] Saran Aman Ber-ATM dari Mantan Pembobol Rekening

Skimming yang menelan korban nasabah bank di Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia tidak menggunakan teknologi canggih. Dengan alat dan trik yang sederhana, pencuri dengan mudah menyedot aset nasabah.

Kesederhanaan modus ini diungkap oleh Dan DeFelippi, mantan pencuri identitas nasabah kartu debet dan kartu kredit. Kini DeFelippe “telah insyaf” setelah ditangkap polisi AS tahun 2003 lalu dan kini bekerja sama dengan aparat hukum guna membongkar jaringan jahat di internet.

DeFelippe menyatakan, untuk mencuri identitas pemilik kartu kredit, dia cukup membeli nomor kartu kredit. “Anda dapat memberi nomor kartu kredit seharga satu dolar, dua dolar atau tiga dolar,” katanya seperti dilansir http://www.13wham.com di Rochester, New York.

Website ‘bawah tanah’ juga menyediakan trik jahat ini. “Orang-orang secara aktif menulis informasi dan secara aktif menulis tutorial. Anda bisa mendapatkan daftar itu dengan mudah,” ujarnya.

DeFelippi menyatakan, orang-orang sering bingung di depan mesin ATM dan pencuri tahu itu lalu memerasnya. “Bila Anda dapat memasang steker kamera di komputer dan steker sebuah VCR ke TV, Anda bisa melakukan skimming di ATM. Itu (Skimming) sesederhana itu. Anda bisa memberi piranti keras, yang harus Anda lakukan semua hanyalah mengkoneksikannya,” ujarnya.

Inilah tips aman dari DeFelippe:

1. Salah satu ciri sebuah alat skimmer telah ditempelkan adalah bila Anda tidak melihat cahaya berpendar LED ketika Anda memasukkan kartu ke mesin ATM. Bisa jadi lampu LED tidak terlihat berpendar karena tertutupi oleh skimmer.

2. Waspadai kotak brosur yang mungkin menempel/di dekat ATM karena kotak brosur itu bisa jadi berguna untuk menutupi kamera tersembunyi untuk merekam gerakan jemari Anda menekan nomor PIN.

3. Biasakanlah menggunakan mesin ATM yang terdekat dengan kediaman/kantor Anda sehingga Anda familiar bagaimana mengoperasikannya dan mengetahui dengan cepat bila ada kejanggalan.

4. ATM drive-through adalah target bagus untuk pencuri identitas karena pengemudi seringkali merasa terburu-buru dengan pengantre lainnya sehingga tidak memberi perhatian lebih.

5. ATM teraman adalah yang berada di dalam bank atau toko yang ramai orang-orang.
6. Waspadalah bila ATM mengaku “rusak/out of order” sehingga uang tak bisa keluar, padahal Anda telah memasukkan kartu dan telah memasukkan PIN.

Di Indonesia, sejumlah bank telah mengumumkan kerugiannya akibat aksi skimmer. Rinciannya:
* BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar
* BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta
* BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta.

Published in: on 22 January 2010 at 8:03 pm  Leave a Comment  
Tags:

Sulit Mengenali Wajah Pelaku Pembobolan ATM

Sulit Mengenali Wajah Pelaku Pembobolan ATM
Ada tiga dari 14 ATM yang diduga menjadi lokasi pembobolan, yang dipelajari.
Jum’at, 22 Januari 2010, 16:42 WIB
Amril Amarullah
ATM Centre (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT

* Akhirnya, F Resmi Tersangka Pembobol ATM
* Transaksi ATM BCA Tak Alami Penyusutan
* BCA: Buka Blokir, Tunggu Konfirmasi Keluarga
* BCA: Jika Dibobol Orang Dalam Ruginya Banyak
* Tips Bos Mandiri: Aktifkan SMS Banking Anda!

web tools
smaller normal bigger

VIVAnews — Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Sutisna mengaku masih mempelajari rekaman kamera pengintai (CCTV) di Bank Central Asia (BCA) di wilayah Denpasar.

“Saat ini koordinasi sudah dilakukan dengan Bank Indonesia dalam rangka lidik (penyelidikan) dan upaya preventif,” kata Kapolda yang ditemui usai telekonferensi, Jumat, 22 Januari 2010.

Kapolda mengatakan, kalau saat ini polisi tengah melakukan pemeriksaan ada tiga dari 14 ATM yang diduga menjadi lokasi pembobolan.

“Ada satu CCTV yang sekarang sedang kami buka untuk dipelajari. Didalamnya ada satu orang yang pakai helm, ini masih dicek,” ujarnya. Selain itu, Polisi mengaku kesulitan untuk melihat wajah orang yang diduga pelaku itu karena tertutup helm.

Meski demikian, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yakin kalau polisi dapat mengungkap kasus pembobolan yang kini tengah merebak di Bali.

“Saya yakin kasus ini akan terungkap. Mungkin kasus seperti ini baru di Bali tapi di Indonesia sudah lama,” jelas Pastika di sela acara Rakernas Ikadin di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Jumat, 22 Januari 2010.

Mantan Kapolda Bali ini mengaku pernah menangani kasus ini dan sudah terungkap. Pensiunan polisi jenderal bintang tiga ini mengimbau agar polisi dapat mengungkap dengan cepat. Menurutnya, ini persoalan biasa dan masyarakat diminta untuk tidak panik secara berlebihan.

Laporan: Dewi Umaryati | Bali
• VIVAnews

Published in: on 22 January 2010 at 7:35 pm  Leave a Comment  
Tags: