Salah Satu Cara Merawat Bayi

Merawat Kulit Bayi & Balita Secara Benar

Rawatlah kulit bayi dan balita secara benar. Apa saja yang harus dilakukan :
Hindari Sabun Keras.
Bersihkan kulit dari kotoran yang menempel pada kulit seperti sisa makanan, air seni, dan tinja dengan air. Mandi dua kali sehari juga akan membantu membersihkan kulit. Jika kegiatan dan gerak anak sangat tinggi, mandi dapat dilakukan sampai 3 kali sehari.
Perhatikan sabun pembersih kulit. “Hindari sabun yang terlalu keras. Pilih sabun khusus untuk balita dan bayi yang memiliki pH 4.5-5 dan agak berminyak untuk menghindari iritasi. Gunakan pula pelembab berupa lotion dan krim khusus bayi dan balita. Fungsinya mempertahankan atau menambah kandungan air dalam kulit terutama bagian terluar kulit ari (epidermis). Berikan setelah mandi.
Cegah bayi terpapar sinar ultraviolet dari matahari atau gunakan pelindung sinar matahari. Pukul 08.00 ke atas, intensitas ultraviolet sangat tinggi. Jadi menjemur bayi seharusnya sebelum jam itu dan sebaiknya tetap gunakan krim atau lotion pelindung sinar matahari khusus bayi dan balita.

Yang tak kalah penting, sebelum membeli produk perawatan kulit untuk bayi dan balita, teliti informasi produk. Teliti, isi, tujuan, cara pemakaian, tanggal produksi, kedaluwarsa serta izin dari badan POM agar terhindar dari faktor pemicu atau pencetus timbulnya penyakit.

Mencegah Eksim Popok
Popok dari kain sebaiknya langsung diganti jika basah, jika popok sekali pakai sebaiknya segera diganti jika air seni atau tinja yang diserap sudah melebihi daya tampung.
Untuk mencegah jagalah kebersihan daerah kulit yang ditutupi popok. Setelah buang air kecil dan besar, bersihkan kulit secara lembut dengan air hangat, lalu bilas bersih-bersih.
Gunakan sabun khusus setelah buang air besar, lalu keringkan dengan handuk atau kain lembut, dan tunggu 2 menit sebelum dipakaikan popok baru. Ini akan mencegah kulit tidak lembab.
Setelah itu, bisa dibubuhkan bedak yang berfungsi sebagai pelicin dan penyerap kelembaban supaya mengurangi gesekan antara kulit dengan popoknya. Tapi harus digunakan dalam keadaan kulit kering dan bersih. Jangan saat lembab karena malah bisa memicu timbulnya jamur dan kuman. Juga jangan berlebihan karena bisa terhisap dan mengganggu pernapasaan.

Mengusir Biang Keringat

Biang keringat muncul akibat saluran keringat tersumbat sel yang sudah berganti. Akibatnya, rasa gatal terpicu. Berikut agar si kecil terhindar dari biang keringat :
Bayi atau anak dianjurkan mandi secara teratur, sedikitnya dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. Mandi yang teratur merupakan salah satu cara agar keringat dapat keluar dengan bak dan lancar.
Jika bayi dan balita Anda banyak dan sering mengeluarkan keringat, basuh dengan handuk atau kain lembut. Setelah itu taburi dengan bedak, tapi jangan pada saat kulit dalam kondisi lembab.
Gunakan pakaian yang menyerap keringat, misalnya yang terbuat dari katun. Kalau pakaiannya sudah basah oleh keringat, cepat ganti dengan yang kering. Sebaiknya bawa beberapa potong baju jika sedang bepergian untuk mempermudah mengganti pakaian.

Sumber : http://www.bayisehat.com/baby-health-care/merawat-kulit-bayi-balita-secara-benar.html
Published in: on 23 January 2010 at 10:08 am  Leave a Comment  
Tags:

Ikuti Seminar “Online” “Kehamilan Ektopik”!

Ikuti Seminar “Online” “Kehamilan Ektopik”!
Kompas
Kompas – Kamis, 21 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[Ikuti Seminar “Online” “Kehamilan Ektopik”!] Ikuti Seminar “Online” “Kehamilan Ektopik”!

JAKARTA, KOMPAS.com — Kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim adalah kondisi abnormal pada wanita hamil. Kehamilan ini ditandai dengan pendarahan. Bahkan, kehamilan ektopik lebih berbahaya karena mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pencegahan dini dan pengakhiran kehamilan adalah jalan yang disarankan.

Faktor-faktor risiko apa saja yang dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik) ini dapat terjadi? FlyFreeForHealth bersama Pregnancy&me mengundang Anda mengikuti seminar online dengan topik “KEHAMILAN EKTOPIK (All You Need to Know About Ectopic Pregnancy)” pada hari Selasa, 26 Januari 2010, pukul 12.00 WIB, bersama Dr Suzanna Sulaiman, seorang Registrar di KK Women’s and Children’s Hospital, Singapura.

Dia telah mendapatkan penghargaan Best Medical Officer Award pada tahun 2004 dan Best Registrar Award pada tahun 2009. Dr Sulaiman juga telah memberikan inisiatif dalam pembentukan klinik yang didedikasikan untuk obstetrik remaja wanita di KKH.

Siapkan perangkat komputer Anda, koneksi internet dan speaker untuk mengikuti presentasi dari Dr Suzanna Sulaiman mengenai topik menarik ini. Anda pun dapat memberikan pertanyaan yang akan langsung di jawab, gratis!

Daftar sekarang melalui SMS. Ketik PM19SG10 ke +65 98473224 untuk mendapatkan undangan menghadiri webinar ini yang akan dikirimkan ke e-mail Anda. Klik link yang ada di undangan, ikuti langkah-langkah selanjutnya, dan Anda akan dengan mudah memasuki ruang webinar.

Published in: on 22 January 2010 at 7:53 pm  Leave a Comment  
Tags:

Salah Satu Cara Mencegah AIDS pada anak

Sunat Bayi Hambat Penyebaran AIDS
Kompas
Kompas – Kamis, 21 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[Sunat Bayi Hambat Penyebaran AIDS] Sunat Bayi Hambat Penyebaran AIDS

KIGALI, KOMPAS.com – Sirkumsisi atau sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir mampu mencegah mereka yang terinfeksi virus AIDS ketika dewasa lebih baik dibanding sunat pada masa remaja.

Penelitian yang dilakukan Agnes Binagwaho dan sejumlah koleganya di Kementerian Kesehatan Rwanda menunjukkan, operasi yang ditujukan untuk memotong penularan virus dari wanita ke pria itu akan lebih cepat, sederhana, dan hemat biaya jika dilakukan pada bayi yang baru lahir.

Berdasarkan hasil penelitian itu, pemerintah Rwanda diminta meningkatkan sunat pada seluruh usia, dengan prioritas tinggi pada usia yang sangat muda. Hasil penelitian Binagwaho itu dimuat dalam jurnal “Public Library of Science (PLoS) Medicine”.

Para peneliti itu menganalisis, keseimbangan antara biaya tindakan medis itu dengan keuntungan secara keseluruhan. Mereka menemukan bahwa sunat pada seorang bayi laki-laki yang baru lahir memerlukan biaya 15 dolar AS, sedangkan pada masa remaja atau dewasa akan memerlukan biaya 59 dolar AS.

Mereka juga menemukan bahwa melakukan sirkumsisi pada bayi laki-laki akan menghemat lebih banyak uang karena operasi itu akan mencegah infeksi HIV yang memerlukan biaya perawatan yang mahal dan mengarah pada AIDS, yang mematikan.

Seperti diketahui, AIDS disebabkan oleh virus yang menghilangkan sistem tubuh manusia (HIV) yang tidak dapat diobati, dan ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyakit itu menewaskan sekitar 25 juta orang sejak ditemukan pada awal 1980-an dan diperkirakan 33 juta orang di dunia terinfeksi pernyakit itu, terutama di Afrika.

“Penghematan biaya pada sirkumsisi bayi laki-laki yang baru lahir memberikan kesimpulan bahwa tindakan itu layak secara ekonomi di negara berkembang yang mencatat kasus HIV/AIDS cukup tinggi,” kata Seth Kalichman dari Connecticut University, yang menulis komentar pada studi Rwanda tersebut.

Ia mengatakan, sunat di Afrika bagian selatan memiliki potensi untuk menghambat epidemi HIV, dan menyelamatkan banyak nyawa, dan perlu menjadi prioritas dalam rencana pencegahan yang komprehensif di kawasan itu.

Sebuah penelitian yang dilakukan para penelitia dari AS dan Uganda tahun lalu menemukan bahwa sirkumsisi pada laki-laki membantu melindungi mereka dari serangan virus AIDS, tetapi tidak melindungi para istri dan pasangan wanita dari pria yang terinfeksi virus tersebut.

Published in: on 22 January 2010 at 7:12 pm  Leave a Comment  
Tags: