PLTA, Megaproyek Pertama di Sulbar


LISTRIK masih menjadi substansial dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan alasan itu, Pemprov Sulbar gencar mengembangkan potensi yang dimiliki, terutama dalam penambahan kapasitas listrik di wilayahnya.

SEBELUMNYA dibangun empat pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH) di Bonehau dan Kalumpang Mamuju serta Mamasa. Kali ini siap dibangun lagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bernilai Rp 6 triliun lebih.

Walau demikian pembangunan PLTA yang dicanangkan pemprov tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik wilayah Sulbar. Meski tampaknya butuh proses dan memakan waktu yang relatif tidak singkat.

Dalam membangun PLTA dengan potensi besar mencapai 1.800 MW dengan mengandalkan Sungai Karama Mamuju membutuhkan waktu, minimal hingga lima tahun. Manajer PLN Cabang Mamuju, Nyoman Suweca menyaTakan, proses pengerjaan PLTA itu dimulai proses survei lokasi, pembebasan area dan membangun bendungan, termasuk perangakat pembangkit listrik di
dalamnya. “Itu waktu paling minimal. Sudah termasuk cepat kalau bisa dalam lima tahun,” ujar Nyoman di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dalam mewujudkan rencana tersebut, PLN membutuhkan biaya tergolong besar. Sejauh
ini, Nyoman mengakui kebutuhan listrik di Sulbar terutama di Mamuju masih cukup besar. Bahkan di beberapa wilayah tertentu, masyarakat belum bisa menikmati pasokan listrik secara utuh.

Karena itu, dia siap mengirimkan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) untuk menyuplai listrik di wilayah Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara (Matra) yang saat ini, baru menikmati listrik sekira 18 jam sehari. “Kita tinggal menunggu pembebasan lahan saja. Setelah itu beres, mesin kita suplai ke sana,” tandasnya.

Khusus rencana pembangunan PLTA di Sungai Karama, Nyoman mengaku belum melakukan survei, terutama terkait potensi airnya. Namun dia menyatakan, akan ada tim khusus yang melakukan peninjauan dan penentuan pembangunan PLTA dimaksud.

Sebelumnya, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan perusahaan asal Korea terkait rencana investasi asing pembangunan PLTA tersebut. Mereka siap melakukan investasi dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan PLTA dengan potensi 1.800 MW itu antara Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun. Anwar menyatakan jika proyek itu terlaksana, maka bakal menjadi megaproyek pertama di Sulbar sejak terbentuk lima tahun lalu.

Pada 25 Januari mendatang, tim ahli dari perusahaan Korea itu siap melakukan survei
ke Sungai Karama. “Kita berharap, itu bisa terwujud dan menjadi megaproyek pertama di Sulbar,” kata Anwar. (*)

Published in: on 23 January 2010 at 8:43 am  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/23/plta-megaproyek-pertama-di-sulbar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: