Kiat Meraih Nasabah Penabung BMT


Wednesday, 06 January 2010 09:38
E-mail Print PDF

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Pengasuh yang terhormat, bagaimana caranya mendapatkan nasabah buat menabung. Padahal kita tidak dapat memberikan kepastian berapa rupiah yang akan diterima mereka sebagai jasanya. Lembaga keuangan syariah yang saat ini saya geluti benar-benar mempraktekkan bagi hasil. Akhirnya, tiap bulan besarnya jasa ke nasabah naik turun.

Wassalamualaikum wr. wb.

Noor Aini-Pati Jawa-Tengah

Jawab:

Waalaikumusalam wr. wb.

Sahabat Noor Aini yang budiman, masalah di atas erat kaitannya dengan bagaimana caranya kita memasarkan produk tabungan yang dimiliki oleh sebuah lembaga keuangan syariah (LKS), semacam Bank Syariah, Koperasi Syariah atau Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Memang betul ada yang berbeda antara operasional lembaga keuangan konvensional dengan lembaga keuangan syariah. Pada lembaga keuangan konvensional, nasabah deposan atau penabung memperoleh imbalan dalam bentuk bunga simpanan. Sedangkan dalam lembaga keuangan syariah, nasabah deposannya memperoleh imbalan dalam bentuk bagi hasil.

Ada yang berbeda antara bunga dan bagi hasil. Imbalan bunga dalam lembaga keuangan konven-sional cenderung bersifat fix. Berbeda dengan sistem bagi hasil yang berkecendurungan mengalami fluktuatif atau naik-turun. Bisa jadi, jika hasil investasi pembiayaan yang dilakukan oleh BMT mengalami keuntungan banyak, maka bagi hasilnya juga banyak. Sebaliknya, jika hasil investasinya sedikit, maka keuntungan yang dibagi juga sedikit.

Sahabat Noor Aini yang baik, ada satu penelitian yang menarik tentang motivasi nasabah untuk menabung di sebuah bank yang dapat dijadikan acuan dalam membuat produk tabungan pada lembaga keuangan syariah. Diantara hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa salah satu motivasi utama dari nasabah menabung adalah untuk keamanan (safety) dari aset kekayaan yang dimilikinya. Sedangkan motivasi berikutnya bagi nasabah dalam menabung adalah memperoleh keuntungan atau investasi.

Dalam kondisi seperti ini, bagi lembaga keuangan syariah perlu strategi pemasaran yang bagus untuk meraih nasabah deposan agar dapat bersaing dengan sistem pemasaran yang selama ini dilakukan oleh lembaga keuangan konvensional. Ada beberapa kiat ataupun strategi yang dapat dikembangkan dalam meraih jumlah nasabah pada lembaga keuangan syariah.

Pertama, kemasan produk yang menarik. Sebagai bagian dari industri jasa, produk tabungan perlu didesain dengan kemasan yang menarik agar dapat dinikmati oleh calon nasabah. Dalam hal ini, produk tabungan tersebut harus didesain dengan berbagai keunggulan dan kelebihan. Lain dari itu, produk tersebut dapat dibedakan dengan produk tabungan yang lain. Bisa jadi produk itu memberikan tambahan bonus-bonus tertentu yang merangsang nasabah untuk ikut serta menabung. Contoh, nama produk Tabungan Amanah, dengan bonus seekor kambing atau sapi untuk korban idul adha bagi nasabah yang saldo minimalnya tiap bulan Rp. 500.000,-

Kedua, memantapkan pemahaman. Maksudnya, pihak lembaga keuangan syariah, khususnya bagian marketing dituntut untuk berperan aktif memberikan informasi tentang karakteristik produk tabungan pada lembaga keuangan syariah. Peran ini merupakan bagian ‘dakwah’ ke masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang operasional lembaga keuangan syariah dan produk-produk yang dimilikinya. Salah satunya adalah meyakinkan kepada customer bahwa kelebihan dari produk tabungan bagi hasil memungkinkan keuntungan (profit) yang lebih besar dibanding dengan bunga.

Ketiga, memberikan bukti dan keyakinan. Saat ini, tidak jarang praktek lembaga keuangan syariah yang dituduh tidak jauh berbeda dengan lembaga keuangan konvensional. Tuduhan semacam ini harus dihilangkan dengan memberikan bukti bahwa praktek lembaga keuangan syariah pada hakekatnya tidak hanya menjadikan kata syariah sebagai label, tetapi betul-betul diaplikasikan dengan sebenarnya. Bukti ini akan menjadikan nasabah semakin mantap untuk menabung dan bertransaksi dengan lembaga keuangan syariah.

Sahabat Noor Aini yang baik, pada dasarnya kalau kita melihat hasil surve motivasi menabung di atas, diperoleh bahan yang menarik untuk dipedomani bahwa kecenderungan nasabah untuk menabung lebih banyak didasarkan kepada faktor keamanan (safety). Artinya, pihak lembaga keuangan syariah dituntut lebih ekstra berhati-hati dalam mengelola dana pihak ketiga (DPK). Dalam hal ini, perlu diperhatikan faktor keamanan dana nasabah yang ditabung di lembaga keuangan syariah. Semakin amanah dalam mengelola dana deposan, akan semakin memberikan kepercayaan pada nasabah untuk menabung.

Demikian penjelasan yang dapat pengasuh berikan semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bis showab. [hsn]

Published in: on 23 January 2010 at 4:36 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/23/kiat-meraih-nasabah-penabung-bmt/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: