Fakta :bELUM bISA pUDAR


Mengapa Rayuan Gombal ( Masih Juga Bisa ) Berhasil ? (1)
<http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/12/13/mengapa-rayuan-gombal-itu-masih-juga-bisa-berhasil-1/&gt;

/Suatu hari ketika mentari bersinar cerah./

*DI* suatu gerai es krim dimana Kuti, Dee dan empat orang anak lelaki
<http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/12/13/ujian-karate/&gt; sedang berada.

“ Jadi begitu ya, ‘yang? “ tanya Kuti pada Dee.

Dee baru saja menyampaikan pada Kuti pendapatnya mengenai perempuan yang
menurut istilah Kuti “senang digombali”
<http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/12/11/kenapa-perempuan-suka-digombali/&gt;.

“ Begitu yang aku tahu, “ jawab Dee pada sang suami.

“ Jadi… kamu juga menyukai itu? “ tanya sang suami dengan nada suara
yang menggoda.

“ Menyukai apa? “ tanya Dee. Matanya mulai memancarkan api.

Kuti tertawa gelak- gelak. Dee selalu tampak lucu dalam keadaan seperti itu.

“ Lhooo, koq marah… Kan kamu sendiri yang bilang bahwa itu alamiah,
‘yang… “ Kuti berlagak tak mengerti.

“ Tapi aku tidak bilang bahwa perempuan suka digombali, “ protes sang
istri. “ Aku hanya bilang bahwa perempuan pada dasarnya senang mendengar
kata- kata manis
<http://rumahkayu.blogdetik.com/2009/12/13/tentang-rayuan-gombal-itu/&gt;.
Dan jangan bilang bahwa kamu tak tahu apa bedanya kedua hal itu! “

Kuti tertawa lagi…

***

Dee menyendok es krim-nya perlahan- lahan. Dia bertukar mangkuk dengan
Kuti. Di depannya kini terhidang es krim kopyor yang tadi dinikmati
Kuti, sementara /green tea ice cream/-nya kini dinikmati oleh sang suami.

“ Begini ‘yang… “ kata Dee, “ Aku rasa sih bohong jika ada seorang
perempuan yang berkata bahwa dia tak senang mendengar kata- kata manis,
tak senang dirayu. Tapi… “

“ Tapi apa? “ tanya suaminya.

“ Tapi perempuan yang logis dan cerdas akan dapat melakukan filter
terhadap rayuan- rayuan itu. Mana yang gombal, mana yang mungkin memang
merupakan bentuk penghargaan dan perhatian yang sebenarnya pada dia…
Juga… “

Dee tersenyum sebelum melanjutkan kata- katanya,.

“ Setahu aku, kecuali dia dalam keadaan ‘putus asa’, perempuan-
perempuan berpikiran sehat dan memiliki rasa percaya diri yang baik
memang dengan sendirinya juga sudah akan melakukan saringan awal
terhadap siapa- siapa saja atau seperti apa lelaki yang akan dia ijinkan
untuk menembus hatinya. Jadi tak bakal terlalu mudah bagi perempuan-
perempuan seperti ini untuk digombali, “ kata Dee.

“ Kecuali jika yang gombal itu pada dasarnya lelaki yang sejak awal
sudah menarik perhatian perempuan tersebut ya? “ tanya Kuti sambil
tersenyum.

Hmmm. Kuti ‘menyebalkan’, pikir Dee. Tapi sejujurnya, dia benar.

“ Bisa jadi, “ Dee mengangguk. “ Jika seorang lelaki menarik merayu
seorang perempuan, jikapun itu gombal, kemungkinan besar hati perempuan
tersebut akan tetap meleleh. Juga ada kemungkinan perempuan tersebut
bahkan tak menyadari bahwa itu sekedar gombalan…”

Dee mengaduk- aduk es krimnya sejenak. Dia tak suka mengakui hal
tersebut, tapi itu fakta kehidupan. Ada banyak perempuan terjebak dalam
kata- kata manis seorang lelaki yang ternyata sebenarnya bahkan tak
sedikitpun tertarik padanya.

Seperti… Shinta?

“ Tentang Shinta yang kamu ceritakan itu, menurutku, kesalahan
mendasarnya adalah dia tampak seperti seseorang yang begitu
///‘desperate’/. Juga kurang peka. Tak perduli betapapun senangnya
seorang perempuan mendengar kata- kata manis dari seorang lelaki,
menurutku perempuan tersebut harus dapat membaca hal- hal lain sehingga
tidak terjebak untuk melakukan tindakan yang salah atau situasi yang
salah. “

“ Misalnya? “ tanya Kuti.

“ /Body languange/, intonasi suara, dan situasi lanjutan dalam pesta
setelah Shinta bercakap- cakap dengan Rudi seharusnya sudah dapat
memberikan sinyal apakan Rudi benar- benar tertarik pada Shinta atau
sekedar menggombal, “ komentar Dee, “ Yang seperti itu dapat dirasakan
dengan segera… “

“ Begitu ya? “ komentar Kuti sambil tersenyum. Dia tahu, istrinya agak
gemas. Dee memang selalu gemas melihat perempuan- perempuan yang “mau-
maunya /dikerjain/ laki- laki”.

Kuti tahu benar sikap Dee bahwa bagi dia, hubungan antar lelaki dan
perempuan haruslah setara. Dee selalu berpendapat bahwa hubungan hanya
akan berjalan baik jika tingkat ketertarikan dari kedua belah pihak
seimbang. Dan jika hubungan itu berlanjut, maka rasa cinta dari kedua
belah pihakpun harus sama besarnya. Jika tidak, maka salah satu pihak
akan menderita.

“ Dan perempuan- perempuan yang menghargai dirinya sendiri tak akan
melacurkan harga dirinya atau merelakan dirinya sendiri menderita,
‘yang… “ begitu yang selalu dikatakan Dee. “ Seorang perempuan yang tahu
bahwa dia patut dicintai dan dapat mencintai dengan baik hanya akan
membuka diri dan hatinya pada suatu hubungan yang sehat dimana dia
dihargai dan diperlakukan dengan baik… “ Itu yang sering dikatakan Dee.

“ Perempuan- perempuan semacam itu, “ Kuti telah beberapa kali mendengar
Dee mengatakan hal ini, “ Jika harus memilih antara memiliki hubungan
dengan seorang laki- laki atau harga dirinya, akan dengan segera memilih
harga dirinya. Karena dia memang menyukai dirinya sendiri, dia bangga
terhadap apa yang telah dicapainya, tahu bahwa tak ada yang salah pada
dirinya, dan meyakini pada waktunya dia akan menemukan /‘the right
one’/. Dia tak akan membiarkan dirinya berada pada situasi ‘putus asa’
sehingga harus menurunkan standarnya, baik itu standar terhadap kualitas
laki- laki yang diinginkannya, atau standar tindakan maupun nilai- nilai
yang dianutnya… “

“ Dan menurutmu, tindakan yang dilakukan Shinta itu tidak pada
tempatnya? “ tanya Kuti pada Dee.

Hmmm… Dee menyuapkan sesendok es krim dan menikmati rasa kopyor yang
meleleh manis di lidahnya sebelum menjawab pertanyaan sang suami…

Published in: on 23 January 2010 at 4:42 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/23/fakta-rayuan-belum-bisa-pudar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: