Fakta Katak Tak Steril dari Wabah


Ternyata, Katak Bawa Wabah Salmonella

Restia Juwita

09/01/2010 23:01 | Penelitian
Liputan6.com, Washington: Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), wabah Salmonella sedang berkembang biak, karena ada 85 kasus infeksi Salmonella di 31 negara yang teridentifikasi, akhir Desember silam. Wabah salmonella sebelumnya dikaitkan pada hewan peliharaan kecil lainnya, seperti kura-kura. Tapi sekarang ini, wabah tersebut juga ditemukan pada katak, terutama kodok kurcaci Afrika. Demikian dilansir HealthDay News, Kamis (7/1).

Kebanyakan infeksi wabah ini terjadi pada anak-anak, kata penulis dan epidemiologi CDC, Shauna Mettee. Tanda-tanda pertama wabah ini terjadi April silam di Utah, tempat pejabat mengidentifikasi lima kasus infeksi Salmonella pada anak-anak. Kasus itu kemudian ditemukan di negara-negara lain, termasuk Colorado, Ohio, New Mexico dan California.

Seperti kura-kura, katak diketahui membawa Salmonella. Penyakit ini diberikan kepada manusia tidak hanya dengan menyentuh katak itu sendiri, tetapi dari air di akuarium. “Ada katak yang terkontaminasi Salmonella melakukan kontak langsung dengan manusia. Bahkan ketika Anda menukar air di akuarium, beberapa
Salmonella tetap berada di dalam air, kerikil akuarium atau permukaan lain di dalam tangki,” ujar Mattee.

Saat ini, US Food and Drug Administration melarang penjualan cangkang kura-kura yang panjangnya kurang dari 10 sentimeter, karena memiliki risiko tinggi Salmonella. Mettee tidak mengecilkan hati orang-orang untuk memelihara kodok ini, tetapi penting untuk mengikuti beberapa panduan sederhana agar Anda dan anak-anak terlindung dari wabah. “Jika Anda memiliki kontak dengan kodok, air atau habitat mereka, cuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh,” katanya.

Di samping itu, akuarium tidak boleh dibersihkan di dekat tempat makanan. Jika tangki dibersihkan di bak mandi, bak mandi juga harus dibersihkan dengan pemutih dan air. “Kami juga merekomendasikan, akuarium tidak akan disimpan dalam sebuah kamar tidur anak,” tambahnya.

Kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella mengembangkan diare, demam dan kram perut dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah kontak dengan kuman. Infeksi biasanya bersih dalam jangka waktu lima hingga tujuh hari. Tapi, infeksi berat dapat terjadi, terutama pada bayi, orang tua dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Dalam kasus yang berat, infeksi Salmonella dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan bagian lain dari tubuh, dan dapat menyebabkan kematian kecuali jika diberikan antibiotik.

Dr Pascal James Imperato, dari School of Public Health di SUNY Downstate Medical Center di New York, mengatakan, “Sudah lama bahwa katak, penyu, ular dan reptil lain, serta anak ayam dan anak bebek, dapat berfungsi sebagai pembawa sehat berbagai spesies salmonella yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.”(YUS)

Published in: on 23 January 2010 at 10:24 am  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/23/fakta-katak-tak-steril-dari-wabah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: