Pengiriman Virus


Pembahasan Standar Pengiriman Virus Dituntaskan Mei 2010
Kompas
Kompas – Kamis, 21 Januari

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[Pembahasan Standar Pengiriman Virus Dituntaskan Mei 2010] Pembahasan Standar Pengiriman Virus Dituntaskan Mei 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Sidang Badan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan akan menyelesaikan pembahasan mengenai standar perjanjian pengiriman materi biologi (Standard Material Transfer Agreement/SMTA), khususnya untuk virus, pada Mei.

“Soal pengiriman virus, keputusan yang diambil dalam ’Executive Board Meeting’ adalah akan dilakukan pertemuan akhir pada bulan Mei 2010,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, Kamis.

Tjandra merupakan anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan Badan Eksekutif WHO di Jenewa, Swis. Pembahasan masalah yang menyangkut pembagian keuntungan bagi negara pengirim virus serta penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) inovasi obat dan vaksin pada saat pandemi, menurut dia, juga akan dituntaskan pada bulan yang sama.

“Keputusan ini didukung oleh seluruh negara anggota ’Executive Board’ karena memang didahului dengan pertemuan konsultasi yang dihadiri negara maju dan negara berkembang,” katanya.

Hasil pertemuan pada Mei tersebut, selanjutnya akan dibawa ke sidang kesehatan dunia (World Health Assembly).

Sebelumnya Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Hubungan Kerja Sama Internasional dan Kelembagaan, Makarim Wibisono menjelaskan bahwa pada dasarnya semua menyetujui penggunaan SMTA dalam pengiriman materi biologi.

Namun, kata dia, negara-negara maju tidak mau kalau ada substansi yang mengikat secara hukum dalam SMTA tersebut seperti yang dikehendaki negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Direktur Jenderal WHO kemudian menawarkan jalan tengah yakni agar penggunaan SMTA dilakukan secara bertahap dan pada tahap awal hanya diterapkan dalam sistem WHO.”Jadi penggunaan SMTA hanya dilakukan untuk pengiriman virus ke laboratorium di bawah WHO saja, dari sistem WHO ke pusat riset atau perusahaan pengembang vaksin tidak pakai SMTA, hanya menggunakan panduan prinsip dari WHO,” katanya.

Namun Indonesia bersama negara-negara berkembang tetap berusaha memperjuangkan penggunaan SMTA dalam seluruh pengiriman materi biologi, di dalam maupun di luar sistem WHO.

Sementara terkait HAKI, ia menjelaskan, negara-negara berkembang menghendaki agar pada saat pandemi produsen pemegang vaksin dan obat menyerahkan HAKI atas produknya kepada WHO yang selanjutnya akan mengatur penggunaan HAKI secara bersama untuk memudahkan negara terdampak pandemi mengakses obat dan vaksin.

Published in: on 22 January 2010 at 7:45 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/22/pengiriman-virus/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: