ATM Dibobol Maling, Saham Bank Rontok


lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]
Kamis, 21/01/2010 | 14:57 WIB

Jakarta – Sejumlah saham bank yang terkena pembobolan ATM ikut terkena imbas dan mengalami koreksi cukup besar pada perdagangan hari ini. Indeks saham-saham sektor keuangan jatuh paling tajam ketimbang indeks sektoral lainnya.

Sejumlah mesin ATM milik 6 bank menjadi sasaran kejahatan, yakni milik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Bank International Indonesia Tbk (BNII).

Para nasabah 6 bank tersebut melaporkan kehilangan dananya yang ditempatkan di rekening. Rupanya, para pelaku kejahatan berhasil melakukan duplikasi identitas rahasia berikut personal indentification number (PIN) milik nasabah. Padahal, data ini seharusnya hanya diketahui pihak bank.

Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah kerugian yang diderita masing-masing bank akibat kejahatan ini. Namun, masing-masing bank menjamin akan mengganti seluruh kerugian yang diderita nasabah, sesuai yang diinstruksikan oleh Bank Indonesia (BI).

Kendati demikian, harga saham-saham sektor perbankan ikutan terkena imbas, terutama pada saham-saham bank yang terkena pembobolan ATM. Pada perdagangan Kamis (21/1) sekitar pukul 10.30 waktu JATS, saham BBCA kini bertengger di level Rp 4.975 per saham, turun Rp 75 (1,48%). Saham BMRI anjlok 125 (2,57%) ke level Rp 4.725 per saham. Saham BBNI bertengger di harga Rp 1.980, tidak berubah dari harga penutupan kemarin, akan tetapi sempat jatuh ke level Rp 1.960 per saham.

Saham BBRI anjlok 200 (2,46%) ke level Rp 7.900, setelah sempat jatuh ke level Rp 7.850. Saham BNLI dan BNII masih stagnan di harga penutupan kemarin, masing-masing di level Rp 900 dan Rp 315. Kedua saham yang disebut terakhir belum ditransaksikan saham sekali hari ini. Namun terlihat tekanan jual sudah antri di ruang penawaran (offer).

Indeks saham keuangan mengalami rasio penurunan paling tajam ketimbang indeks sektoral lainnya. Indeks saham keuangan sempat anjlok 5,228 (1,63%) ke level 314,092. Sementara IHSG kini berada di level 2.644,548, anjlok 22,718 poin (0,85%), setelah sempat jatuh 29,244 poin (1,09%) ke level 2.638,022.

Kontribusi terbesar kejatuhan level IHSG disebabkan oleh ambruknya saham-saham bank berkapitalisasi besar yang ikut terkena pembobolan ATM. Saham-saham bank lainnya tampak tidak terkena imbas, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik Rp 10 ke Rp 950, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk(BTPN) malah naik Rp 475 (5,94%) ke level Rp 5.250.

Kendati demikian, analis PT Bali Securities Ketut Tri Bayuna mengatakan, koreksi saham-saham bank tidak begitu memiliki keterkaitan dengan aksi pembobolan ATM 6 bank besar. Menurutnya, koreksi tajam saham-saham bank tak lebih dari koreksi wajar.

“Saya kira tidak berkaitan ya, karena ini kan sifatnya kriminal, bukan berkaitan dengan kinerja keuangan bank-bank tersebut. Koreksi lebih karena harga-harga saham sejak awal tahun naik tanpa ada koreksi yang memadai, jadi saya kira ini koreksi wajar saja,” ujarnya, Kamis (21/1).
Segera Ganti PIN Anda
Kasus pembobolan dana nasabah kemarin sempat membuat heboh. Demi keamanan, segera ganti PIN ATM Anda. Pergantian PIN juga disarankan sesering mungkin dilakukan. “Demi keamanan, Gantilan PIN ATM Anda secara berkala,” demikian pengumuman dari BCA yang dikutip dari situsnya, Kamis (21/1).

Sementara sebuah pesan berantai yang menyebar lewat fasilitas BlackBerry Messanger (BBM) juga beredar soal keamanan ATM. Dalam pesan berantai yang mengutip sumber Wistina Gita Utami dari divisi Risk Management BCA tersebut, juga terdapat anjuran untuk segera mengganti PIN.

“Untuk nasabah BCA di Bali, diwajibkan ganti kartu ATM. Dan untuk nasabah BCA lainnya, dianjurkan untuk ganti PIN ATM,” demikian pesan berantai yang mengatasnamakan Wistina dari BCA tersebut. Belum dikonfirmasi apakah info ini resmi dari BCA.

Disebutkan pula, kasus pembobolan ATM tersebut beroperasi di ATM yang switching karena tidak ada kamera. BCA kini sudah melakukan kontrol pengamanan yang lebih ketat lagi. Pihak BCA dalam siaran pers resminya kemarin memang mengatakan bahwa kasus pembobolan memang terjadi karena adanya pengintipan PIN .

Bank Indonesia juga memberikan kiat-kiat untuk menghindari praktek ilegal atas kartu ATM oleh pihak yang tidak berhak. Tipsnya adalah:

* Rutin mengganti PIN
* Menutup angka saat memasukkan nomor PIN
* Memasukkan kembali kartu ATM ke mesinnya seusai melakukan transaksi dan memasukkan nomor PIN lain yang salah untuk mengecoh dan kemudian membatalkan proses tersebut.

Sementara Bank Indonesia kemarin menengarai pembobolan ATM dilakukan oleh sebuah sindikat pembobol ATM internasional, karena modus pemanfaatan data ATM biasa dilakukan di luar negeri.

Deputi Gubernur BI Budi Rochadi kemarin mengatakan, laporan mengenai adanya pembobolan ATM ini awalnya terjadi pada 16 Januari 2010. BI sampai saat ini telah menerima laporan pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII.
Di Bali, rata-rata uang yang diambil pelaku dari korban sekali transaksi mulai Rp 8,5 juta hingga Rp 145 juta. Aksi pembobolan ini dilakukan mulai Sabtu 16 Januari hingga 20 Januari 2010. (*/dtc/eta)

Published in: on 22 January 2010 at 2:41 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://one2land.wordpress.com/2010/01/22/atm-dibobol-maling-saham-bank-rontok/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: